Live Streaming PKTenable.com Radio

Seribu Puisi untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Seribu Puisi untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Kuasai Bahasa Asing tanpa Meminggirkan Bahasa Indonesia dan Daerah
Begini Kegiatan Ramadan 1440 H di SMP Muhammadiyah PK Solo
Tiga Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Juara Pencak Silat

Salah satu siswa kelas 7 A, Nabila Alya Makhbita membacakan puisi bertema Peduli Kemanusiaan Selat Sunda di depan siswa yang lain pada Rabu (9/1/2018)

PKTeenable.com-Solo. SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar acara yang bertajuk Seribu Puisi untuk Korban Tsunami Selat Sunda di sekolah pada Rabu (9/1/2018).

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menjelaskan bahwa Alhamdulillah siswa, guru, dan karyawan pada hari ini bersama-sama melaksanakan aksi solidaritas peduli terhadap korban tsunami Selat Sunda dengan sholat ghaib dan berdoa bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertema kemanusiaan dan penggalangan dana.

“Tujuan kegiatan adalah untuk mengasah rasa kepedulian, simpati, dan empati para siswa dan guru terhadap sesama serta menggalang dana untuk meringankan beban dari para korban tsunami Selat Sunda,” ujar Aryanto kepada PKTeenable.com.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 dengan melaksanakan sholat ghaib dan berdoa bersama-sama di mushola sekolah. Kemudian para siswa berkumpul di teras halaman tengah sekolah untuk mengikuti aksi solidaritas peduli korban tsunami yang bertajuk “Seribu Puisi untuk Korban Tsunami Selat Sunda”. Para siswa membacakan puisi bertema kemanusiaan secara bergantian lalu menempelkan puisi di mading sekolah. Saat siswa membaca puisinya, terlihat siswa yang lain begitu khusyuk mendengarkannya.

“Puisi-puisi tersebut sebagai bentuk ungkapan perasaan kepedulian, simpati, dan empati serta doa para siswa terhadap para korban dan keluarga yang ditinggallan,” terang Aryanto.

Kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana yang dipimpin oleh siswa-siswa yang tergabung dalam IPM sekolah.

Ada yang menyentuh saat salah satu siswa kelas 7 A, Nabila Alya Makhbita membacakan puisi yang berjudul “Penguatan”. Dalam puisi tersebut ia menyampaikan laut bercerita/ gunung meronta sebagai tanda kekuasaan dari Tuhan. Akhir puisi Nabila menyampaikan kepada para korban tsunami Selat Sunda untuk memastikan dan meyakinkan diri mereka bahwa mereka tak sendiri. Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian.

Kepada saudara, sahabat, kerabat, semua yang terkenan bencana/ pastikan dan yakinkan diri/ kalian tak kan sendiri/ kami selalu mendoakan kalian untuk yang terbaik//”

Dalam kesempatan lain, Azzahra Nur Landhep Ramadhani siswa kelas 7 A juga membacakan puisi yang berjudul “Ketika Sang Penguasa Bertindak”. Ia menyampaikan pesan nasihat moral kepada manusia untuk menjaga alam karena manusia dan alam itu satu.

Manusia dan alam/ dua jiwa yang takkan terlepas/ hanya terlepas bila satu pihak berkhianat/ laut telah kecewa/ meluapkan amarah yang membara/ meluluhkan lantakkan semua yang diterjangnya//

Akhir puisi ia menyampaikan bahwa alam butuh penjaganya yaitu manusia. Sampai kita tersadar/ bahwa alam hanya ingin penjaga dirinya//

Aryanto menambahkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan donasi yang terkumpul pada hari ini adalah sejumlah Rp 8.840.000,00 (Delapan juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah). Donasi tersebut akan disalurkan lewat LAZISMU (Lembaga Alam Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah) PDM Kota Surakarta.

Redaksi

COMMENTS