Live Streaming PKTenable.com Radio

Jelang Puasa, SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Gelar Tarhib Sambut Ramadan 1442 H Secara Virtual

SMP Muhammadiyah PK Solo Juara Umum Lomba Fortasi dan Torseni tingkat SMP
Wujudkan Generasi Qurani dengan Gelaran Tasmi’
‘’Memaknai Peristiwa Monumental Isra Mikraj dengan Merawat Keimanan Diri’’

PK Teenable– Jelang Puasa SMP Muhammadiyah  Kottabarat Surakarta  gelar Tarhib Ramadan 1442 H secara virtual bersama Sekretaris Majelis dan Tajdid PDM Kota Surakarta ustaz Muhammad Anis Sumaji, S. Ag., M.Pi.  Sabtu pagi (10/04).

Ramadan adalah bulan yang dinantikan oleh semua umat Islam. Sebuah momen penting yang tak ingin dilewatkan, tentu dibutuhkan persiapan yang matang untuk memaksimal ibadah di bulan puasa.  Lalu, kapankah 1 Ramadhan? bagaimana penetapan awal Ramadhan dan apa saja yang harus kita persiapkan? akan dibahas dalam kajian pagi ini

Ustad Muhammad Anis Sumaji S.Ag., M.Pi. tengah mengisi kajian dalam rangka tarhib Ramadan

“Ustaz dan ustazah puasa jatuh pada tanggal berapa?” Tanya ustad untuk membuka kajian dengan gaya yang khas. Puasa bukan jatuh pada tanggal 13 April 2021 tapi 1 Ramadhan. Bagaimana kalendar Masehi sudah menempel di luar otak kita. Kajian ini mengingatkan kembali tentang penganggalan Masehi, Qomariah, Jawa islam.

Ada beberapa motede penetapan awal Ramadhan yang perlu kita ketahui. Wujudul hilal, imkanur rukyah, dan Rukyah  kemudian yang dipakai Muhammadiyah adalah hisab wujudulhilal. Penentuan tersebut dilakukan dengan perhitungan secara astronomis untuk menentukan bulan baru. Secara sederhana, melihat posisi hilal apakah diatas atau dibawah garis cakrawala.lebih lanjut PP Muhammadiyah telah menetapkan 13 April 2021 sebagai 1 Ramadhan 1442 H.

Berkaitan dengan mundurnya waktu subuh, wacann ini semula sudah disuarakan pada Munas tarjih Muhammadiyah di Malang ke-27. ”Setelah melakukan observasi lebih dari 10 tahun, ada temuan bahwa sesungguhnya waktu subuh kita kepagian” tutur ustad yang memeliki satu putra itu.Hasil Munas tarjih di Gresik hasil observasi menunjukkan bahwa ketinggian matahari tidak pada minus 20 (seperti saat ini) tapi minus 18. Pada Munas disampaikan juga hasil observasi ilmu Falak dari laboratorium lain agar tidak subyektifitas Muhammadiyah. Telah diputuskan bahwa ketinggian matahari berubah dan terkoreksi, oleh karena itu 1 derajat empat menit maka waktu subuh mundur delapan menit.

Terdapat beberapa kunci sukses untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Ruqyah, apakah senang? biasa-biasa saja? bahkan malah bersedih kedatangan bulan suci Ramadhan. Ilmiah, keutamaan bulan puasa/dikaji kembali keutamaan orang yang berpuasa dan bagaimana berpuasa yang baik itu. Persiapan yang lain adalah secara fisik, 12 jam berpuasa maka tubuh kita harus dipersiapkan dengan melakukan olahraga ringan. Maliyah, artinya senantiasa kita mempersiapkan harta untuk sarana ibadah dimaksukan dengan infaq, dan sadaqoh. Bertaubat, banyak-banyaklah bertaubat di bulan yang penuh berkah ini dan melakukan ibadah puasa dan shalat Tarowih. Tidak lupa, tetap semangat beribadah dan patuhi protokol kesehatan COVID-19. Dyah Ayu Fajar Utami.

COMMENTS