Live Streaming PKTenable.com Radio

ARYANTO, JUARA 1 LOMBA RESENSI BUKU TINGKAT KOTA

Menyambut dengan Gembira
Generasi Milenial, Tak Takut Gagal
Kenalan yuk, Sama Siswa Berprestasinya SMP Muhammadiyah PK !

Prosesi penerimaah penghargaan dari walikota Surakarta, FX Hadi Rudiyatmo

Pembaca yang budiman tentunya tidak asing lagi dengan tokoh kita yang satu ini, sosok guru bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta peraih juara 1 lomba resensi buku kategori umum yang diselenggarakan kantor Arpusda (Arsip Perpustakaan Daerah) kota Surakarta tahun 2016. Ya, Benar. Nama lengkapnya Aryanto, S.Pd.

Guru SMP Muhamadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil menggeser puluhan peserta lainnya. Ia berhasil menyabet juara satu dari resensi buku yang berjudul “Bagaimana Menjadi Guru Efektif”. Buku yang diresensi adalah buku Psikologi Pendidikan edisi kedua karya John W. Santrock tahun 2008. Penyerahan hadiah dilakukan pada Senin (24/10) di kantor Arpusda Kota Surakarta oleh Bapak Walikota Solo, FX Hadirudiyatmo

Aryanto, S.Pd. dikenal sebagai guru bahasa Indonesia yang giat menulis. Kini ia tinggal di Karang Rt 4/7, Sanggarahan, Grogol, Sukoharjo. Selain sebagai guru, ia juga diamanahi sekolah menjadi pejabat Humas Sekolah.

 Ia mengungkapkan perasaannya sangat senang dan bangga bisa memenangkan kompetisi bergengsi tersebut. Memang ia baru pertama kali mengikuti ajang lomba tersebut. Hadiahnya akan dipersembahkan khusus kepada anak tercinta, Nizam Basyir Alfarizi dan istri tersayang, Desy Navia Margiana. Selain itu, kemenangan dipersembahkan untuk keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Muhdiyatmoko, S.Pd. menyambut baik atas prestasi gurunya, “Selamat atas keberhasilan Pak Aryanto. Secara kelembagaan sekolah senang dan mengapresiasi atas prestasi tersebut. Karena prestasi sekolah tidak semata-mata siswa, tetapi juga guru. Apalagi menulis dan membaca merupakan kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari seorang guru. Maka dengan prestasi tersebut harapannya dapat meningkatkatn budaya literasi sekolah.”

 

COMMENTS