Live Streaming PKTenable.com Radio

Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik dengan Board Game

‘’Tetap Menginspirasi di Tengah Pandemi dengan Tasmi’ Alquran’’
Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh Menggunakan Aplikasi Padlet
Obesitas Dikalangan Remaja

 

Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik dengan Board Game
oleh Rizka Dian Permatasari, S.Pd.
SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta
17 Maret 2022

Tujuan dari praktik baik ini yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris.

Latar belakang masalah dari praktik baik ini yaitu peserta didik memiliki motivasi belajar yang rendah ketika belajar bahasa Inggris di kelas. Hal ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan oleh guru monoton dan kurang menarik atau menyenangkan.

Praktik baik ini penting untuk dibagikan agar dapat menyelesaikan masalah terkait rendahnya motivasi belajar bahasa Inggris peserta didik. Selain itu, praktik baik ini dapat menjadi referensi bagi rekan guru yang mengalami kesulitan dalam menentukan model dan strategi pembelajaran inovatif yang menyenangkan dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam bahasa Inggris.

Dalam praktik baik ini, peran dan tanggung jawab saya sebagai guru yaitu menyusun rencana dan perangkat pembelajaran, mengkondisikan kelas, menyiapkan media dan alat yang dibutuhkan, melaksanakan proses pembelajaran menggunakan model dan strategi pembelajaran inovatif secara efektif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut, ada beberapa tantangan yang dihadapi. Yang pertama, peserta didik merasa bosan pada metode mengajar guru yang terkesan monoton. Yang kedua, peserta didik lebih senang ketika bermain atau berinteraksi dengan peserta didik lain ketika pembelajaran berlangsung sehingga konsentrasi berkurang. Yang ketiga, peserta didik memiliki kosakata bahasa Inggris yang minim.

Pihak-pihak yang terlibat dalam praktik baik ini adalah saya, guru mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai fasilitator sekaligus pelaksana dalam kegiatan pembelajaran; sejumlah 31 peserta didik kelas VII B di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta sebagai subjek pembelajaran; dan rekan sejawat yang ikut mengobservasi proses pembelajaran di kelas.

Strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain.

  1. Terkait penggunaan metode pembelajaran yang kurang inovatif dan kreatif, guru menggunakan metode pembelajaran berbasis board game yaitu Board Game.
  2. Guru membuat kegiatan secara berkelompok dalam menggunakan Board Game ini dengan tujuan peserta didik dapat berinteraksi dengan peserta didik lainnya. Mereka tidak akan begitu merasa canggung atau malu ketika menggunakan bahasa Inggris dalam lingkup kelompok yang lebih kecil.
  3. Saat melaksanakan Board Game peserta didik dibekali LKPD dimana didalamnya berisi rangkuman materi yang memudahkan peserta didik untuk mereview materi yang dipelajari. Selain itu, guru juga selalu memonitor aktivitas peserta didik sehingga ketika mereka menemukan kesulitan dalam menggunakan kosakata bahasa Inggris tertentu, mereka akan lebih mudah bertanya.

Dalam melaksanakan strategi ini, sumber daya yang diperlukan sebagai berikut.

  1. Kemampuan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran di kelas.
  2. Kemampuan guru dalam penguasaan kelas sehingga strategi pembelajaran dapat berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan pembelajraan.

Media, alat dan bahan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, antara lain laptop, proyektor, LCD screen, pointer, speaker, HP, slide PPT, LKPD, Board Game, counters, dan dadu mainan.

Materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini adalah sebagai berikut:

  1. Video YouTube tentang Asking and Telling Time (yang bisa diakses di https://www.youtube.com/watch?v=eOv47ozDI4U&t=91s)
  2. Gambar digital tentang waktu yang diambil dari ISL Collective (yang bisa diakses di https://static.islcollective.com/storage/preview/201503/766×1084/whats-the-time-boardgame-activities-promoting-classroom-dynamics-group-form_77735_1.jpg )

Dampak dari aksi yang dilakukan yaitu peserta didik tampak lebih aktif, antusias, dan senang ketika mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Bahkan ketika menemui kesulitan dalam menentukan kosakata bahasa Inggris, peserta didik tidak sungkan untuk bertanya baik kepada guru maupun kepada peserta didik lain. Secara keseluruhan, metode Board Game ini dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan efektif untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Berikut respon dari salah satu peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Game ini (Snake and Ladder) seru! Rasanya tidak seperti belajar, tetapi bermain. Menyenangkan karena bisa lebih rileks di kelas bahasa Inggris. Semoga besok ada game seru lainnya.”

Dari refleksi dan hasil pelaksanaan Board Game, yang menjadi faktor keberhasilannya adalah kemampuan guru dalam pengelolaan kelas dan penguasaan materi, metode dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Guru harus memonitor pelaksanaan pembelajaran agar setiap peserta didik aktif dalam mempraktikkan bahasa Inggris secara lisan. Selain itu, kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik dan pemilihan topik yang tepat dan sesuai dengan karakter peserta didik juga menentukan keberhasilan pembelajaran menggunakan Board Game ini.

Pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut yaitu bahwa guru harus tetap kreatif dan inovatif dalam menerapkan kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan atau dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di kelas masing-masing.

 

COMMENTS